Jumat, 21 September 2007

GEMPA

27 mei 2006
jam 05.00 aku terbangun, kebutuhan biologis , take a pis.. hari itu lagi M jadi dari kamar mandi aku bermalas2an lagi dikasur sambil dengerin ceramah aa gym, seperti biasa lama kelamaan "sliut" setengah sadar dengerin radionya. Tiba-tiba badanku goncang, kamar seperti mau rubuh, aku langsung sadar, ini gempa! merapi meletus! pikirku..
dengan sempoyongan ku buka pintu ( untung tadi dah bangun, jadi tdk terkunci) dan lari ke jalan, tanpa alas kaki dan masih berkostum putri tidur yang pemalas (zzz...)
semua berlari keluar, semua beristighfar, aku takut banget, rumah didepanku rubuh bagian depannya, "Astaghfirullah..." badanku dingin, gemeteran. Gempa berhenti, tapi semua masih dalam kondisi panik. selang bbrp menit banyak kendaraan lewat yang membawa korban, aku ngeri lihat darah, ya Allah... aku ga bisa berkata-kata. Hatiku menangis, aku merasa begitu kecil, aku merasa sendiri, tapi aku juga merasa begitu beruntung, aku sehat, aku selamat, "alhamdulillah ya Allah...."
kalo ingat betapa paniknya saat itu waktu ada yang teriak "air laut naik...kluar smua..tsunami..!!" aku jadi geli sendiri, smua orang tanpa pikir panjang, tumplek dijalan menyelamatkan diri, begitupun aku. dipikiranku saat itu adalah air yang mengejar dari belakang (seperti di film2 itulah) smua mencari tempat yang dirasa cukup aman, aku dan temenku hanya pasrah, "kemanapun kita sembunyi kalo sudah saatnya ya akan mati juga"
ahirnya kita berhenti di terminal condong catur, duduk, tertawa geli, ternyata isu tsunami itu tdk terbukti, weleh2....
Ponselku berdering, kulihat telpon dari rumah. Ibu kuatir sekali, saking paniknya juga, malah jadi marah2 sama aku "pulang sekarang!" ibuku sayang.....mana mgkn bisa pulang saat seperti ini....please deh....
Setelah minum teh anget yang kubeli di warung terdekat, kitapun kembali ke kos, smua saling bercerita sampai kemana mereka mengungsi tadi, semua tertawa, semua takut, dan semua bersyukur masih bisa selamat.
Belum genap sebulan aku kos ditempat baru ini, aku masih merasa asing dengan lingkungan sekitar, tapi karena kejadian itu aku jadi dekat dengan mereka.Makasih tuk mba novi, mba nelly,miki, mba yeti, mba susan, n simbah juga..( masih gesang ndak ya..?)
Saat kejadian itu hanya satu kata yang patut aku ucapkan "ALHAmDULILLAH.."

0 komentar: